WATER BIRTH

Melahirkan Dalam Air (Water Birth)

 

Melahirkan dalam air sekarang menjadi pilihan yang sangat popular dikalangan pasangan yang menginginkan persalinan normal dan alami baikdi rumah maupun di rumahsakit. Banyak yang merasakan manfaat dari waterbirth. Selain mampu mereduksi rasa sakit, persalinan di dalam kolam berisi air hangat juga membuat ibu hamil memiliki tenaga lebih untuk mengejan. Melahirkan di dalam air membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi.

Melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Pendukung teknik ini mengatakan bahwa persalinan dalam air tak berbahaya. Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir. Suasana nyaman dalam proses waterbirth mendukung perasaan ibu menjadi rileks dan tenang. Ibu masuk ke bathtub waterbirth ketika pembukaan pada mulut rahim 5 Cm. Di dalam air ibu bisa memilih posisi yang dirasa nyaman. Ibu bisa duduk dengan mengangkang atau meluruskan kakinya atau dengan cara jongkok. Ketinggian air pun dipertimbangkan tidak sampai melewati leher.

Berapa lama bayi berada dalam air?

Bayi yang dilahirkan dalam waterbirth sangat singkat berada di air artinya begitu si bayi lahir seluruh badannya kurang dari 10 detik bayi akan di angkat perlahan dari air, namun ada beberapa yang masih menunggu sekitar 3 menit hingga ada reflek gasping pada bayi baru mereka mengakatnya. Ketika bayi lahir, plasenta akan mendukung bayi dengan memberikan oksigen saat bayi masih didalam air karena ia masih melekat pada ibunya. Namun kalau saya pribadi biasanya saya segera mengakat bayi tersebut, karena saya pribadi berfikir bahwa bayi tidak boleh terlalu lama tinggal di dalam air karena tidak ada jaminan bahwa tali pusat akan terus berdenyut dan memberikan oksigen. Paling lama saya membiarkan bayi baru lahir tinggal di air adalah 1 atau 2 menit saja.

Kapan Anda bisa masuk ke kolam waterbirth?

Ada beberapa versi yang bisa dilakukan.

1. Anda bisa masuk ke dalam air setiap kali Anda merasa perlu. Ini berfungsi untuk memberikan rasa nyaman. Dan Anda bisa keluar dari kolam jika sudah cukup dan masuk lagi nanti saat mau bersalin.

2. Namun banyak praktisi yang menyarankan untuk masuk ke kolam ketika Anda dalam kala I fase aktif, atau masuk ke kolam ketika persalinan kala II hendak dimulai (pembukaan >8cm) karena jika Anda masuk saat pembukaan 5cm atau bahkan 8 cm, air hangat tersebut justru akan membantu mempercepat proses persalinan, dan membuat kontraksi lebih adekuat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s